Demokrasi ekonomi – Nilai Pancasila

Posted on

Perekonomian Pancasila yang ada di Indonesia merujuk pada nilai-nilai basic Pancasila untuk terwujudnya kemakmuran rakyat. Untuk informasi sedetailnya, bacalah artikel tersebut ini

Demokrasi ekonomi, Nilai Pancasila

Perekonomian Pancasila Untuk Terwudunya Kemakmuran Rakyat Indonesia

Indonesia mempunyai system perekonomian Pancasila yang pastinya tidak sama dengan negara lain. Lantaran pada prinsipnya memanglah tiap-tiap negara mempunyai basis system perekonomian yang tidak sama. System perekonomian di Indonesia dimaksud sekian lantaran system ekonomi yang digerakkan ini menurut nilai-nilai yang ada dalam orang-orang tanah air kita terkasih. Di samping itu system ekonomi Pancasila ini dapat merujuk pada asas Pancasila yang mencakup nilai KeTuhanan serta norma, kemanusiaan, kepatriotan, demokrasi, serta keadilan. Asas itu jadi bahan dasar ekonomi supaya system perekonomian di Indonesia ini sesuai sama dengan nilai Pancasila.

Ciri-ciri Perekonomian Pancasila

Untuk tahu ciri-ciri atau tanda-tanda system perekonomian Pancasila di tanah air, kita bisa menemukannya pada pembukaan Undang-Undang Basic 1945 serta dalam batang badan undang-undag itu. Penjelasan yang lebih rinci perihal asas perekonomian yang sesuai sama Pancasila ini ada pada pasal 33 bab XIV. Menurut pasal itu, kita bisa mengambil dua asas yang berbentuk fundamental yaitu asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi. Nilai-nilai basic yang terdapat dalam Pancasila seperti keagamaan, adat-istiadat, etika, kebudayaan ini diaplikasikan dalam system perekonomian Indonesia supaya tingkah laku ekonomi orang-orang di tanah air sesuai sama dengan Pancasila serta tak menyimpang.

Dengan cara garis besar, ciri-ciri perekonomian Pancasila yaitu hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, untuk misal bahan bakar minyak, air, hasil bumi, dsb. Ciri yang ke-2 yakni pemerintah mempunyai peran yang benar-benar utama namun tak menguasai. Hal semacam ini mempunyai tujuan supaya system ekonomi di negara kita tak merujuk pada system ekonomi liberal ataupun ekonomi kapitalisme. Karena, terbaik pihak pemerintah ataupun swasta bisa jalan berdampingan dengan damai tidak ada kesenjangan. Ketiga, asas kekeluargaan dalam system perekonomian ini sangat mungkin buruh serta modal tak menguasai perekonomian. Ke empat, system desentralisasi bisa diaplikasikan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi. Ke lima, aktivitas produksi dengan cara rata dikerjakan oleh orang-orang serta untuk orang-orang itu sendiri. Hingga orang-orang mempunyai peran yang benar-benar utama.

Hal-Hal yang Mesti Dihindarkan dalam System Perekonomian Pancasila

Adapun hal yang bertentangan dengan system perekonomian Pancasila, diantaranya system liberal. Lantaran liberalisme bisa mengeksploitasi manusia hingga melemahkan struktural ekonomi. System etatisme di mana pemerintah menguasai perekonomian. Hal semacam ini bisa mematikan unit ekonomi yang tak hanya dari pihak pemerintah. Diluar itu, sentralisasi ekonomi pada satu grup juga mesti dihindari lantaran bisa menyebabkan monopoli. Mengakibatkan orang-orang yang rugi serta keadilan sosial tak lagi terwujud.

Jika hal semacam ini berlangsung maka, keuntungan serta kemakmuran cuma bakal didapat satu pihak. Dengan kata lain, yang kaya makin kaya serta sebaliknya yang miskin jadi tambah miskin. Karena dalam system perekonomian Pancasila di tanah air kita ini mesti luput dari beberapa hal itu lantaran benar-benar bertentangan dengan prinsip basic Pancasila.