4 Novel Terbaik Non Fiksi goodreads 2014

Posted on

semua ayah adalah bintangSemua Ayah Adalah Bintang

by Neno Warisman

Jumlah halaman: 134

Published: Progressio

Tahun : Juni 2009

ISBN: 139786029513615

Sinopsis

Revolusioner dan mencerahkan! Demikian adanya jika Neno Warisman, seorang ibu sekaligus aktivis parenting terkemuka dengan lantang maju memperjuangkan peran ayah.

Lalu, apa yang slaah dengan ayahayah di negeri ini?

Dengan gaya bahasa yang khas dan akrab, buku ini menuturkan:

– Betulkah peran ayah dalam keluarga penting dan sentral?
– Seperti apa seharusnya sosok-sosok ayah bintang itu?
– Bagaimana seorang ayah dapat menjadi ayah bintang?
– Bagaimana jeritan suara hati ibu yang membutuhkan partner dalam mendidik anak?
– Apa yang harus diperjuangkan ayah untuk keluarga.
Anda harus memiliki buku ini agar jangan sampai teriakan lantang â€DAN SAMPAI PARA AYAH TELAH MENJADI PARTNER TERBAIK ISTRINYA, MENJADI ORANG TUA ORANG-TUA TERBAIK DI ATAS BUMI…!!!†bergema kuat di dada. Juga agar Anda, suami Anda, atau ayah Anda mendapatkan energi dahsyat dan inspirasi brilian untuk menyandang predikat Ayah Bintang!

 

bukan sepasang malaikatBukan Sepasang Malaikat

by Robi’ah Al Adawiyah

Jumlah halaman: 216

Published: Afra Publishing

ISBN: 139786028277444

Bahasa: Indonesia

Sinopsis

“Tidak perlu menunggu sempurna untuk bisa bahagia. Tidak perlu ‘menjadi sama’ dalam sesuatu untuk bisa kompak dalam kehidupan rumah tangga. Karena sejatinya, tidak ada manusia yang sempurna.” (Cahyadi Takariawan, penulis)

“Pernikahan seharusnya menjadi bahagia, karena saling mencintai. Buku ini bercerita segalanya tentang CINTA.” (Izzatul Jannah, GM Balai Pustaka, Ketua Umum FLP)

“Inilah panduan bertabur kisah tentang sebuah pernikahan yang indah. Kendati terkadang susah, payah dan lelah, namun terasa indah, lantaran dijalani dengan lillah, billah, ilallah. Sangat menarik, karena disajikan bergantian antara teori dan praktiknya.” (Jazimah al-Muhyi, Penulis)

 

selimut debu Selimut Debu

by Agustinus Wibowo (Goodreads Author), Maggie Tiojakin (Introduction)

 

Jumlah halaman: 468

Published: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun keluar: January 12th 2010

ISBN: 139789792252859

Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling “negeri mimpi”—yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum—sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan “Tanah Bangsa Afghan†dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka. Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan—sampai akhirnya ditemukan kembali.

“As a backpacker, Agustinus has taken several routes in his journey which other travelers would have most likely avoided.†-The Jakarta Post

“Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.â€

 

dalam dekapan ukhuwahDalam Dekapan Ukhuwah

by Salim Akhukum Fillah

 

Jumlah Halaman: 472

Published: Pro-U Media

Tahun Keluar: 2010

ISBN: 9791273669

Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Di buku ini, Dalam Dekapan Ukhuwah, kita ingin meninggalkan bayang-bayang Narcissus. Kita ingin
kecintaan pada diri berhijrah menjadi cinta sesama yang melahirkan peradaban cinta. Dari Narcissus yang dongeng, kita menuju Muhammad yang menyejarah. Pribadi semacam Sang Nabi ini yang akan menjadi telisik pembelajaran kita. Inilah pribadi pencipta ukhuwah, pribadi perajut persaudaraan, pembawa kedamaian, dan beserta itu semua; pribadi penyampai kebenaran.

Tak ayal, kita harus memulainya dari satu kata. Iman. Karena ada tertulis, yang mukmin lah yang bisa bersaudara dengan ukhuwah sejati. Iman itu pembenaran dalam hati, ikrar dengan lisan, dan amal dengan perbuatan. Kita faham bahwa yang di hati tersembunyi, lisan bisa berdusta, dan amal bisa dipura-pura. Maka Allah dan RasulNya telah meletakkan banyak ukuran iman dalam kualitas hubungan kita dengan sesama. Setidaknya, terjaganya mereka dari gangguan lisan dan tangan kita. Dan itulah batas terrendah dalam dekapan ukhuwah.

Dalam dekapan ukhuwah kita menghayati pesan Sang Nabi. “Jangan kalian saling membenciâ€, begitu beliau bersabda seperti dicatat Al Bukhari dalam Shahihnya, “Jangan kalian saling mendengki, dan jangan saling membelakangi karena permusuhan dalam hati.. Tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara..â€

Dalam dekapan ukhuwah kita mendaki menuju puncak segala hubungan, yakni taqwa. Sebab, firmanNya tentang penciptaan insan yang berbangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal ditutup dengan penegasan bahwa kemuliaan terletak pada ketaqwaan. Dan ada tertulis, para kekasih di akhirat kelak akan menjadi seteru satu sama lain, kecuali mereka yang bertaqwa.

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita; sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji.

Dalam dekapan ukhuwah, kita akan mengeja makna-makna itu, menjadikannya bekal untuk menjadi pribadi pencipta ukhuwah, pribadi perajut persaudaraan, pembawa kedamaian, dan beserta itu semua; pribadi penyampai kebenaran. Dalam dekapan ukhuwah, kita tinggalkan Narcissus yang dongeng menuju Muhammad yang mulia dan nyata. Namanya terpuji di langit dan bumi.