Sistem Pemerintahan Indonesia Sekarang: Presiden SBY

Posted on

9.
Judul : Sistem Pemerintahan Indonesia Sekarang: Presiden SBY
Deskripsi : Sistem pemerintahan Indonesia sekarang adalah sistem pemerintahan yang menganut asas kerakyatan yang akan dikembalikan lagi kepada rakyat keabsolutan pemerintahan tersebut.
Keywords : sistem pemerintahan Indonesia sekarang
LSI : sistem pemerintahan Indonesia sekarang ini, sistem pemerintahan Negara Indonesia sekarang

Sistem Pemerintahan Indonesia Sekarang: Presiden SBY
Sistem Pemerintahan Indonesia sekarang bukanlah Era Orde Baru lagi, melaikan sudah masuk era reformasi. Pada era reformasi ini atau pasca Orde Baru Undang-Undang Dasar 1945 telah mengalami empat kali amandemen. Dan diputuskannya bahwa Republik Indonesia secara resmi menganut amandemen yang terakhir memiliki sistem pemerintahan presidensial. Secara teori, sistem pemerintahan Negara Indonesia sekarang adalah presidensial adalah sistem pemerintahan yang kedaulatan tertinggi ditempati oleh MPR dan perwujudan sebagai perwakilan rakyat dihapus dan diganti dengan kekuasaan yang lebih kuat. Maksud dari perwujudan yang lebih kuat tersebut adalah rakyat itu sendiri yang akan memilih presiden, bukan melalui MPR lagi.
Maka dari itu akan timbul sebuah kerancuan badan legislatif dan eksekutif dalam hal penyelenggaraan Negara karena kini fungsinyapun hampir sama mengingat kekuasaan yang lebih kuat kini ada pada rakyat. Slogan dari sistem Pemerintahan Indonesia sekarang berbunyi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Semua kembali kepada rakyat, maka dari itu pemecatan Presiden mana kala terjadi sebuah tindak yang mungkin melanggar hukum akan sangat sulit untuk diputuskan mengingat rakyat Indonesia yang menyebar dari Sabang hingga Merauke. Karena ketidak mungkinan pemecatan tersebutlah kini Indonesia tengah mengalami sistem pemerintahan yang rancu dan menuai pro kontra di beberapa kalangan elit politik dan masyarakat yang peka akan negaranya.
Sistem Pemerintahan Indonesia Sekarang: Ilusi Kekuasaan
Sebenarnya banyak yang bertanya-tanya apakah memang karena sistem pemerintahannya yang salah atau karena pemeran sistem Pemerintahan Indonesia sekarang lah yang memang keliru. Tiba-tiba banyak kasus korupsi yang bermunculan dan kasus ricuh lainnya karena memang kebebasan berpendapat dan menyampaikan opini kini dipergunakan secara massive dan tidak tepat guna. Akar-akar pemerkosa APBN yang sebenarnya telah ada pada rezim Presiden Suharto bahkan Sukarno beberapa tahun terakhir ini terkuak dan muncul kepermukaan bahkan sampai media. Parahnya pemberitaan mediapun kini bisa diperjual belikan mengingat beberapa stasiun televisi dimiliki oleh beberapa orang dari partai politik tertentu.
Sebuah ilusi kekuasaan kini mulai tampak dan kepercayaan rakyat pada pemimpinnyapun kini berkurang. Sebenarnya bukan kesalahan dari sistem pemerintahannya. Namun karena memang sudah waktunya sebuah kata “reformasi” mencapai titik klimaksnya. Dimana suara dari rakyat dan keadaulatan yang absolut ada pada tangan rakyatnya sendiri mencapai titik puncak. Titik puncak pengelupasan ilusi kekuasaan pemerintahan dan pemegang jabatan yang sedikit banyak memberatkan rakyatnya dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan kewajiban. Korupsi bukanlah hal yang tabu lagi dibicarakan pada sistem Pemerintahan Indonesia sekarang. Karena mungkin saja pelaku korupsi itu sendiri adalah orang yang telah rakyatnya pilih sebagai Presiden.
Sistem Pemerintahan Indonesia Sekarang: Kritik Mahasiswa
Presiden Sukarno pernah menyampaikan selogannya yang berbunyi “Beri Aku Sepuluh Pemuda Maka Akan Kuguncang Dunia” dan benar apa kata Presiden Sukarno telah menjadi kenyataan pada era awal reformasi dimana mahasiswa dapat menggulingkan Presiden Suharto pada tahun 1998. Kekuatan mahasiswa yang mayoritas memang pemuda memang tidak diragukan lagi. Pemikirannya yang cerdas dan kritis turut membangun dan mengkritik penyelewengan yang ada pada sistem Pemerintahan Indonesia sekarang ini untuk membela rakyat. Mahasiswa menjadi sebuah ancaman bagi para pemegang kekuasaan, namun kini peranan tersebut bergeser walau masih ada sedikit banyak mahasiswa yang memang masih peka terhadap negaranya. Pergeseran nilai yang terjadi pada mahasiswanya juga sangat dipengaruhi oelh sistem Pemerintahan Indonesia sekarnag yang cenderung lebih memanjakan pemudanya dari pada untuk turut membangun negaranya.