Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdamaian dengan GAM

Posted on

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdamaian dengan GAM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdamaian dengan GAM
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disapa Pak SBY adalah Presiden Indonesia yang keenam. Pak SBY menduduki kursi presiden sejak 20 Oktober 2004 bersama wakilnya, Jusuf Kalla. Mereka menduduki puncak pemerintahan setelah dinyatakan sebagai pemenang pemilu putaran kedua yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2004. Mereka memperoleh suara sebesar 60,62% suara, jauh lebih banyak daripada pasangan Megawati dan Hasyim Muzadi yang hanya mendapatkan suara sebesar 39,38% suara.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Tsunami

Masa jabatan Presiden SBY baru 2 bulan saat bencana maha dashyat tsunami menghantam Propinsi Aceh pada pagi hari tanggal 26 Desember 2004. Bencana ini diawali dengan guncangan gempa sebesar 8,5 SR. Pusat gempa berjarak 149 km dari kota Meulaboh dengan kedalaman 20 km. Gelombang air pasang tsunami ini bahkan mencapai ke negara Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka dan bahkan Maladewa. Korban tewas diperkirakan mencapai 168.183 jiwa dimana 115.229 korban berada di Indonesia. Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun bergerak cepat dan segera menyalurkan bantuan berupa makanan, tenda, obat-obatan, selimut, pakaian dan susu bayi, dan lainnya. Selain itu, pemerintah juga menghimpun dana dari APBN, APBD, LSM dan lembaga donor internasional yang nilainya mencapai 7,8 triliun rupiah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca bencana. Selain itu, pemerintah juga membentuk Badan Rekonstruksi dan Rekonsiliasi (BRR) Aceh untuk menata kembali kota Aceh pasca tsunami. Dalam pidato Presiden Susilo bambang Yudhoyono berjanji untuk menolong rakyat Aceh dalam mengahadapi kerusakan dari benccana tsunami.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan GAM

GAM atau Gerakan Aceh Merdeka adalah gerakan separatis di Aceh yang ingin memisahkan diri dari NKRI dan memproklamasikan negara merdeka sendiri. GAM muncul karena ketidakadilan pemerintah pada masa lalu. Aceh merupakan daerah yang kaya akan minyak bumi dan gas alam, kekayaan alam ini lalu dieksplorasi oleh ExxonMobil. Namun, karyawan ExxonMobil yang mengolah minyak tersebut bukanlah putra daerah Aceh. Putra daerah yang bekerja disana hanya sedikit dan posisinya pun rendah. Pada masa pemerintahan Orde Baru, tindakan anarkis GAM ditangani dan diselesaikan melalui Operasi Militer oleh Presiden Soeharto. Pasca bencana dasyhat tsunami, GAM dan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepakat untuk berdamai demi kesejahteraan seluruh rakyat Aceh.

Pada tanggal 15 Desember 2012, ditandatangani Perjanjian Helskinsi di Finlandia antara pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan perwakilan GAM. Perjanjian ini menandai berakhirnya konflik antara pemerintah dan GAM yang sudah berlangsung puluhan tahun. Beberapa butir penting perjanjian damai itu, antara lain rehabilitasi nama petinggi dan simpatisan GAM, pembebasan simpatisan GAM dari tahanan, pembentukan Partai Aceh sebagai partai lokal di Aceh yang berhak mengikuti pemilukada, penetapan syariah Islam dan lainnya.

Perdamaian antara pemerintah dan GAM merupakan suatu peristiwa penting, walaupun berawal dari sebuah tragedi tsunami. Semoga Perjanjian Helskinsi dapat menjadi jembatan perdamaian yang abadi. Untuk itu, semua orang harus turut serta menciptakan suasana kondusif dan mencegah provokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Perdamaian Aceh dan Perjanjian Helskinsi merupakan salah satu pencapaian positif pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.