Presiden B.J Habibie Penuh Hambatan Banyak Kesuksesan

Posted on

Presiden B.J Habibie

Presiden B.J Habibie adalah presiden ketiga di Indonesia yang jabatannya paling singkat karena beberapa pro dan kontra baik dari pihak oposisi maupun simpatisan.

Presiden B.J Habibie Penuh Hambatan Banyak Kesuksesan
Presiden B.J Habibie

Masa pemerintahan presiden B.J Habibie, kebijakan presiden B.J Habibie

Presiden B.J Habibie; Penuh Hambatan Namun Banyak Kesuksesan

Anda pastinya sudah mengetahui bahwa Presiden B.J Habibie adalah presiden ketiga di Indonesia yang jabatannya paling singkat sejak tanggal 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Beliau menggantikan jabatan Soeharto sebagai presiden dengan masa jabatan sebagai wakil presiden dua bulan lebih tujuh hari dan menjabat sebagai presiden selama satu tahun lima bulan. Saat itu, beliau mewarisi kondisi yang rumit setelah pengunduran diri dari Soeharto di masa Orde Baru. Maka dari itu banyak disintegrasi dan kerusuhan di hampir seluruh Indonesia. Dan, menjabatnya Habibiee sebagai presiden ternyata tidak diterima sepenuh hati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Hambatan dan Penyelesaian yang dialami Presiden B.J Habibie

Pastinya banyak orang yang sudah mengetahui bahwa banyak hambatan yang dialami masa pemerintahan presiden B.J Habibie terutama pada resistensi pihak lama yang menjadi pihak yang diuntungkan, resistensi birokrasi yang sudah lama dan terbiasa dalam bekerja menggunakan dan mengaplikasikan cara-cara lama. Oleh karena itu, Presiden B.J Habibie membentuk sebuah kabinet untuk mendapatkan kembali dukungan dari komunitas negara donor dan Dana Moneter Internasional untuk meningkatkan dan memulihkan kondisi ekonomi di Indonesia. Maka dari itu, kabinet yang dibentuk oleh Habibiee sendiri diberi nama Kabinet Reformasi Pembangunan.

Di masa singkatnya kepemimpinan Presiden B.J Habibie, beliau sempat memberikan banyak langkah kebijakan untuk memperbaiki sistem di semua sektor pemerintahan. Habibie sempat mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat kebebasan untuk berorganisasi dan membebaskan banyak tahanan politik. Beliau juga berjasa dalam memberi kebebasan pada rakyat Indonesia dalam menyalurkan aspirasi. Tak heran jika pada masa itu banyak partai politik baru yang bermunculan. kebijakan presiden B.J Habibie juga membentuk tiga undang-undang baru tentang partai politik yang tercantum pada UU no.2 tahun 1999, tentang Pemilu yang tercantum pada UU No. 3 tahun 1999 dan tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR pada UU No. 4 tahun 1999.

Di era krisis moneter yang melanda dunia dan Indonesia pada saat itu, Presiden B.J Habibie juga berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar. Beliau juga berhasil melikuidasi beberapa bank yang memang bermasalah dan melakukan rekapitulasi dan rekonstrukturisasi perbankan melalui unit pengelola aset negara dan pembentukan BPPN. Tak hanya itu, Habibiee juga melepas Timor Timur pada saat persengketaan dengan mengadakan referendum untuk mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih tetap menjadi bagian dari Indonesia atau merdeka. Dan itu merupakan salah satu kesalahan yang terbesar pada saat menjabat menjadi Pressiden.

Pasca Kepresidenan Presiden B.J Habibie

Habibiee memang sempat memberikan banyak keberhasilan pada tatanan sistem pemerintahan di Indonesia pada masa kepemimpinannya. Namun banyaknya pro dan kontra yang terjadi saat itu membuat legitimasi Habibiee semakin lemah untuk memimpin pemerintahan di Indonesia. Setelah beliau turun dari jabatannya, beliau lebih memilih tinggal di Jerman yang akhirnya masa jabatan Presiden B.J Habibie digantikan oleh Muhammad Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur.