Bentuk Pemerintahan Indonesia: Presidensial Kerakyatan

Posted on

Judul : Bentuk Pemerintahan Indonesia: Presidensial Kerakyatan
Deskripsi : Bentuk pemerintahan Indonesia pada saat ini malah menjadi sebuah boomerang bagi Indonesia yang sejatinya masih belum siap membuat negaranya menajdi Negara yang berasaskan kerakyatan.
Keywords : Bentuk pemerintahan Indonesia
LSI : Bentuk pemerintahan Indonesia saat ini, Bentuk pemerintahan Indonesia sekarang

Bentuk Pemerintahan Indonesia: Presidensial Kerakyatan
Seperti apa yang telah kita ketahui bahwasannya bentuk Pemerintahan Indonesia saat ini adalah mutlak presidensial. Yang telah ditetapkan pada amandemen terakhir tahun 2002 yang menetapkan sebuah keputusan dimana Indonesia memiliki sistem pemerintahan presidensial kerakyatan yang pemegang kekuasann tertinggi kini bukanlah lagi MPR melainkan rakyatnya. Semua sistem pemerintahan pastilah ada baik dan buruknya, pun untuk bentuk Pemerintahan Indonesia saat ini. Ada yang melansir bahwasannya bentuk pemerintahan seperti yang telah berjalan ini adalah bentuk pemerintahan terbaik yang sangat mencerminkan jiwa reformasi. Ada pula yang memandangnya dengan sebuah kecarutmarutan hukum karena terlalu terbuka dan bebasnya rakyat menyampaikan aspirasi dan pendapatnya.
Penyampaian aspirasi dan pendapat memang baik untuk masukan saran dan kritik untuk bentuk Pemerintahan Indonesia yang sedang berjalan ini. Namun di satu sisi kekuatan dan kekuasaan penyelenggara Negara seperti Presiden, badan legislatif dan badan eksekutif menjadi kurang taji untuk menetapkan sebuah ketetapan yang seharusnya memang menjadi sebuah kewajiban dari mereka. Opini masyarakat yang sangat bebas tentu diarahkan oleh media. Media adalah salah satu sarana pembentuk opini masyarakat yang paling efektif. Mengingat mayoritas masyarakat Indonesia yang peka politik setiap pagi membaca Koran dan setiap hari melihat televisi.
Bentuk Pemerintahan Indonesia: Masyarakat yang Apatis
Karena bentuk Pemerintahan Indonesia merupakan presindensial kerakyatan, maka dibenarkanlah sebuah selogan yang berbunyi oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Semua keputusan Negara ada campur tangan dari rakyatnya. Dan disanalah dilaksanakan pesta demkrasi terbesar di Indonesia dimana semua rakyat diminta opininya untuk menyampaikan suara saat pemilu. Namun dengan berkembangnya pemberitaan di media mengenai berbagai macam berita negative mengenai perangkat penyelenggara Negara, maka bentuk pemerintahan Indonesia sekarang secara tidak langsung malah menciptakan masyarakat yang apatis terhadap hukum dan politik negaranya.
Banyak kasus yang bermunculan di media mengenai koripsi dan berbagai kericuhan karena klimaks dari kebebasan beropini yang makin terlihat sisi buruknya. Kadang dalam keadaan bentuk pemerintahan Indonesia yang seperti ini kita malah merindukan bentuk pemerintahan yang absolut seperti pada jaman Orde Baru era Presiden Suharto. Negara lebih tidak teratur, namun kebebasan berpendapat seluas-luasnya milik rakyat sepenuhnya. Selalu ada sisi negative dibalik semua bentuk pemerintahan yang pernah ada di Indonesia. Hanya dengan perangkat penyelenggara Negara yag bersih dan rakyat yang berpikir jernih maka suatu bentuk pemerintahan akan disebut berhasil pada masanya.
Bentuk Pemerintahan Indonesia: Keleluasaan Berpendapat
Lalu satu yang menjadi boomerang bagi Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presindensial kerakyatan, rakyat yang sejatinya belum siap untuk diberikan keleluasaan berpendapat seluas-luasnya ditambah elit politik dan perangkat penyelenggara Negara yang belum siap dikuliti kinerjanya menjadikan Indonesia semakin carut marut dalah hal bentuk pemerintahan. Keleluasaan berpendapat sebenarnya adalah hak dari setiap manusia, namun untuk sebuah Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, keleluasaan tersebut akan menjadikan Negara ini sedikit banyak mengalami goncangan yang akan merambat kepada sektor lainnya. Namun kita sadari bahwa semua bentuk Pemerintahan Indonesia memang belum ada yang sempurna.