Virus Influenza

Posted on

Influenza sejati yaitu satu penyakit infeksi akut yang dikarenakan oleh anggota keluarga Orthomyxovirus. Tetapi, arti ‘flu ‘ kerap dipakai untuk penyakit pernapasan demam dengan beberapa gejala systemik yang barangkali dikarenakan jadi segudang agen bakteri atau virus dan virus influenza.

Ada dua jenis utama influenza (flu) virus : jenis A serta B. virus influensa A serta B yang dengan cara teratur menyebar pada orang (virus influenza manusia) bertanggungjawab untuk wabah flu musiman tiap-tiap th. Influenza A virus bisa dipecah jadi sub – jenis bergantung pada gen yang membuat protein permukaan. Sepanjang musim flu, type (A & B) serta subtipe (influenza A) influenza beredar serta mengakibatkan penyakit.

Info selanjutnya perihal Virus Flu

Type Virus Influenza
Virus influensa A serta B penyebab utama atas wabah flu musiman dari tiap-tiap th..
Bagaimana Virus Flu Bisa Mengubah
Virus influenza dapat beralih dalam dua langkah yang berbeda- antigenic drift serta antigenic shift.
Virus influenza generik
Penularan Virus Flu dari Hewan untuk Orang
Influenza A virus juga ditemukan pada hewan yang tidak sama, terhitung bebek, ayam, babi, ikan paus, kuda serta anjing laut.
2009 Influenza H1N1
The influenza A (H1N1) yang nampak pada th. 2009 mengakibatkan pertama pandemi influenza global dalam kian lebih 40 th.

Potensi penyakit

Wabah utama influenza yang terkait dengan virus influenza jenis A atau B. Infeksi influenza jenis B umumnya lebih mudah dibanding jenis A. Virus Jenis C dihubungkan dengan tanda-tanda minor.

Protein

Antigen intern (M1 serta NP protein – gambar 1) yaitu protein khusus jenis (antigen khusus jenis) yang dipakai untuk memastikan apakah virus spesifik yaitu A, B atau C. protein M1 semua anggota dari tiap-tiap type acara lintas reaktivitas. Protein NP semua anggota dari tiap-tiap type juga tunjukkan reaktivitas silang.

Antigen eksternal (HA serta NA) tunjukkan semakin banyak variasi serta subtipe serta antigen strain-spesifik. Ini dipakai untuk memastikan strain spesifik influenza A bertanggungjawab atas wabah.

PATOGENESIS DAN PENYAKIT VIRUS INFLUENZA

Cara menyebar

Virus ini menyebar orang ke orang melewati aerosol partikel kecil (kurang dari 10ìm diameter) yang bisa masuk ke saluran pernapasan

Virus ini menyebar orang ke orang melewati aerosol partikel kecil (kurang dari 10ìm diameter) yang bisa masuk ke saluran pernapasan. Hal ini dapat juga menyebar melewati fomites lantaran bisa bertahan untuk saat yang singkat pada permukaan serta bisa menyebar dengan rute ini bila virus dimasukkan ke dalam mukosa hidung sebelum saat kehilangan infektivitas. Saat inkubasi pendek, lebih kurang 18 hingga 72 jam.

Konsentrasi virus dalam sekresi hidung serta trakea terus tinggi sepanjang 24 hingga 48 jam sesudah tanda-tanda mulai serta bisa bertahan lebih lama pada anak-anak. Titer umumnya tinggi serta jadi ada cukup virion menular dalam tetesan kecil untuk mengawali infeksi baru.

Area infeksi

Virus influenza menginfeksi sel epitel saluran pernapasan. Beberapa sel mati, beberapa lantaran dampak segera dari virus pada sel, serta juga barangkali lantaran dampak interferon. Kematian sel di masa datang barangkali juga hasil dari aksi sitotoksik T – sel. Mengakibatkan, efisiensi clearance silia menyusut, mengakibatkan masalah manfaat lendir lift, hingga ada penurunan clearance agen infeksi dari saluran pernapasan. Kesenjangan dalam epitel pelindung sediakan patogen lain dengan akses ke sel lain, tetapi, viremia benar-benar tidak sering.

Pemulihan

Interferon barangkali memerankan dengan turunkan produksi virus. Banyak tanda-tanda influenza tiada komplikasi (nyeri otot, kelelahan, demam) terkait dengan induksi efektif interferon. Tanggapan kekebalan yang dimediasi sel utama dalam pemberantasan virus. Tanggapan antibodi umumnya tak penting hingga sesudah virus sudah dibikin bersih. Perbaikan epitel pernapasan diawali dengan cepat, tetapi barangkali membutuhkan sekian waktu untuk merampungkan.

Perlindungan

Suatu tanggapan antibodi humoral yaitu sumber utama perlindungan. IgG serta IgA yang utama dalam perlindungan pada reinfeksi. Antibodi pada protein HA yang paling utama lantaran hal semacam ini bisa menetralisir virus serta menghindar virus mengawali infeksi. Netralisasi kerap melibatkan pemblokiran pengikatan virus pada sel inang serta bisa bekerja di beberapa langkah lain yang terlibat dalam entri serta Uncoating virus. Antibodi pada protein NA mempunyai sebagian dampak perlindungan lantaran nampaknya untuk memperlambat penyebaran virus. IgG berjalan lama kian lebih IgA dsb memerankan yang lebih utama dalam imunitas periode panjang.

Hasil temuan klinis

Penyakit ini umumnya paling kronis pada anak-anak yang benar-benar muda (dibawah umur 5 th.) serta orang tua. Anak-anak kecil kerap kekurangan antibodi pada virus influenza lantaran tak ada paparan pada mulanya. Diluar itu, diameter kecil komponen saluran pernapasan dalam benar-benar muda juga artinya bahwasanya peradangan serta pembengkakan bisa mengakibatkan penyumbatan sisi saluran pernapasan, system sinus atau tabung eustachius. Walau anak dengan factor resiko komplikasi influenza mempunyai tingkat fatalitas masalah yang lebih tinggi, beberapa besar kematian anak berlangsung diantara anak-anak dengan keadaan tak berisiko tinggi. Pada orang tua, influenza kerap kronis lantaran ada efektivitas penurunan mendasari system kekebalan badan serta/atau penyakit paru obstruktif kronik atau penyakit jantung kritis.

Survey CDC tunjukkan bahwasanya tiap-tiap th. lebih kurang 114. 000 orang di Amerika Serikat dirawat dirumah sakit serta lebih kurang 36. 000 orang wafat lantaran flu. Flu serta pneumonia berbarengan adalah pemicu utama kematian ke enam di Amerika Serikat. Umumnya kematian flu 65 th. serta lebih tua. Anak berumur dibawah 2 th. yang barangkali seperti yang diatas 65 mesti masuk rumah sakit lantaran flu. 1918 wabah flu Spanyol menewaskan kian lebih 500. 000 orang di Amerika Serikat serta kian lebih 20 juta di semua dunia. The 1968-1969 ” Hong Kong flu ” wabah mengakibatkan kian lebih 34. 000 kematian di Amerika Serikat.

Tanda-tanda serta komplikasi yang di sebabkan Virus Influenza

1. influenza terkomplikasi

  • Demam (38-40 derajat C)
  • Mialgia, sakit kepala
  • Tanda-tanda okular – fotofobia, air mata, sakit
  • Batuk kering, hidung debit
  • H1N1 kemelut, ” flu babi ” 2009, juga menyebabkan tanda-tanda gastro-intestinal (umpamanya muntah, diare)

2. Komplikasi paru, tanda-tanda bekas :

  • Croup (laryngotracheobronchitis akut) pada anak-anak – tanda-tanda terhitung batuk (seperti segel menggonggong), kesusahan bernapas, stridor (bunyi berkokok waktu ide)
  • Primer virus influenza pneumonia
  • Infeksi bakteri sekunder : Hal semacam ini kerap melibatkan Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Hemophilus influenzae
  • Bangun dari cairan serta kurangnya pembersihan mukosiliar pada saluran pernapasan sediakan lingkungan yang baik untuk perkembangan bakteri.
  • Komplikasi yang kerap berlangsung pada pasien dengan underlying paru obstruktif kritis atau penyakit jantung. Persoalan mendasar mustahil sudah diakui sebelum saat infeksi influenza.

3. Komplikasi non – paru dari flu :

  • Myositis – Ini yaitu langka serta lebih barangkali untuk dipandang pada anak-anak sesudah infeksi influenza jenis B
  • komplikasi jantung
  • Ensefalopati – Penambahan pengawasan pasien rumah sakit kurang dari 21 th. di negara sisi Michigan di Amerika Serikat sepanjang 2002 – musim flu 2003 disibakkan delapan masalah ensefalopati influenza berkenaan (gambar 6A). Dua pasien (berumur dua serta lima th.) wafat. Komplikasi sama influenza sudah dilaporkan dari Jepang. Juga saat tak fatal, ensefalopati bisa mempunyai tanda-tanda bekas yang serius serta ini mengutamakan pentingnya vaksinasi. Baik dari kematian Michigan sudah divaksinasi.

Sindrom Reye – Dampak dari infeksi virus influenza pada hati serta otak yang benar-benar serius. Dalam hati simpanan lemak tampak sedang pada edema otak berlangsung. Sindrom Reye mencakup muntah, lesu serta bisa mengakibatkan koma. Ini tidak sering berlangsung, tetapi lebih kurang 40% dari masalah yang fatal. Asal usul sindrom Reye tetap belum terang namun nampaknya ikuti infeksi virus spesifik seperti influenza atau cacar air (varicella zoster/herpes zoster), terlebih bila mereka ada di muda serta terlebih bila mereka sudah diobati dengan aspirin. Aspirin adalah kontraindikasi untuk anak umur remaja atau demam lantaran adalah factor resiko pada sindrom pengembangan Reye. Acetaminophen serta ibuprofen yang nampaknya tak berkenaan dengan sindrom Reye.

Sindrom Guillain – Barré (akut idiopatik polyneuritis) – Pemicu sindrom ini dalam system saraf pusat yang misterius. Ini yaitu penyakit autoimun yang bisa ikuti virus atau bakteri (umpamanya Campylobacter jejuni) infeksi. Nampaknya vaksin anti – influenza beberapa waktu terakhir tak menambah resiko meningkatkan Guillain – Barre Syndrome.

DIAGNOSIS

Firm diagnosis yaitu lewat cara isolasi virus serta serologi. Virus bisa diisolasi dari hidung atau swab tenggorokan. Ini dipakai untuk menginfeksi sel dalam kultur (atau telur). Hemadsorption bisa dipakai untuk mendeteksi sel yang terinfeksi. Reaksi berantai (PCR) uji Polymerase tengah di kembangkan untuk mendeteksi RNA virus. Beberapa waktu terakhir, tes cepat yang bisa dipakai di kantor dokter sudah di setujui. Sesaat diagnosis kerap di buat dengan cara klinis, menurut pengetahuan perihal wabah influenza waktu ini digabungkan dengan tanda-tanda klinis yang pas (demam, batuk, pilek, malaise).

EPIDEMIOLOGI

HA (hemaglutinin) protein

Protein HA terlibat dalam lampiran serta fusi membran dalam endosome dari sel yang terinfeksi. Reseptor website mengikat virus didalam saku (gambar 7) yg tidak terkena system kekebalan badan. Domain antigenik ada di permukaan. Ini bisa dirubah serta virus hingga bisa hindari tanggapan humoral tiada merubah kemampuannya untuk mengikat reseptor.

NA (neuraminidase) protein

Neuraminidase protein mengolah asam sialat (asam neuraminic) – yang umumnya sel mempunyai pada permukaannya. Lantaran asam sialic yaitu sisi dari reseptor virus, saat virus mengikat ke sel, maka bakal diinternalisasikan (endocytosed). Pada akhir infeksi, asam sialic bakal sudah dihapus dari permukaan sel yang terinfeksi oleh pembuatan neuraminidase lebih gampang untuk virion progeni untuk meredakan diri sesudah mereka keluar dari sel. Neuraminidase juga terlibat dalam penetrasi susunan lendir di saluran pernapasan.

Antigenic drift

Antigenic drift berlangsung disebabkan mutasi. Antibodi pada protein HA yang paling utama dalam perlindungan, walau beberapa orang untuk NA juga bertindak. Ke-2 protein melakukan antigenic drift (yakni mengakumulasi mutasi) serta menghimpun pergantian itu bahwasanya seseorang individu kebal pada strain asli tak kebal dengan yang melayang. Hasil melayang antigenik dalam wabah sporadis serta wabah yang terbatas.

Antigenic shift

Antigenic shift yaitu lantaran reassortment. Dalam masalah influenza A, antigenic shift berlangsung dengan cara berkala. Rupanya ” baru ” HA serta/atau NA ditemukan dalam strain virus yang beredar. Ada sedikit imunitas (terlebih bila ke-2 protein beralih, atau bila baru HA ada) serta epidemi/pandemi tampak.

Mana yang ” baru ” HA serta/atau NA berasal? Seluruhnya HA enam belas serta sembilan type NA beredar di bebek, sebagian juga beredar di hewan lain. Nampaknya bahwasanya sebagian hewan, di satu area (barangkali babi), jadi terinfeksi dengan virus manusia serta hewan, serta bahwasanya satu diantara reassortants memiliki kandungan gen untuk komponen internal manusia namun HA baru serta/atau NA segmen dari virus hewan. Bila virus ini reassortant bisa menginfeksi manusia, itu bakal mempunyai beberapa komponen yang sama internal untuk virus human waktu ini, namun komponen amplop baru hingga sedikit kekebalan dalam populasi. Oleh lantaran influenza A subtipe diklasifikasikan sesuai sama dengan type HA serta protein NA. Ada kemungkinan bahwasanya kita tak lihat pergantian seperti ini dalam influenza B lantaran tak ada animal reservoir untuk virus ini.

Klasifikasi strain influenza :

  • Jenis A, B atau C/area terisolasi/jumlah mengisolasi/th. terisolasi
  • Dalam masalah influenza A, juga : HA subtipe (H) serta NA subtipe (N)
  • Untuk perumpamaan, tiga strain untuk vaksin 2010/2011 untuk belahan bumi utara yaitu :
  • A/California/7/2009 (H1N1) – seperti virus
  • A/Perth/16/2009 (H3N2) – seperti virus
  • Virus B/Brisbane/60/2008-like.

Virus H1N1 direferensikan untuk dimasukkan dalam vaksin influenza musiman 2010-2011 yaitu pandemi virus H1N1 2009 serta adalah virus vaksin yang sama sesuai yang dipakai dalam vaksin monovalen H1N1 2009.

Wabah Flu H1N1

Pada th. 2009, flu babi H1N1 baru mulai beredar. Virus ini tak umum lantaran mempunyai gabungan gen yang pada mulanya belum sempat dilihat pada hewan atau populasi manusia. Walau virus yang paling seperti virus H1N1 yang ditemukan pada babi serta karenanya dimaksud ” flu babi “, itu cuma ditemukan pada manusia serta tak beredar di peternakan babi. Dalam menyikapi potensi pandemi utama, kampanye vaksinasi massal memakai vaksin monovalen H1N1 (tak hanya vaksin trivalen umum pada flu musiman) dikerjakan. Pada bln. Juni 2010, WHO menyebutkan pandemi atas, tetapi H1N1 ” babi ” flu selalu beredar di semua dunia berbarengan dengan flu musiman. Ini barangkali selalu mengerjakannya. Juga, H1N1 yaitu satu diantara strain flu musiman dalam vaksin flu musiman 2010.

Flu Burung H5N1

Ada kecemasan perihal wabah flu burung beberapa waktu terakhir lantaran strain influenza H5N1 virus (Gambar 10B). Virus ini burung nampaknya dapat menginfeksi manusia tiada mesti melakukan momen rekombinasi dalam sebagian hewan lain. Angka kematian yang tinggi (~ 60 Persen) pada manusia. Untungnya, belum virus tak gampang menyebar dari unggas ke manusia atau satu manusia ke yang lain. Tetapi, ada kecemasan bahwasanya barangkali bermutasi, atau alami reassortment dengan virus influenza manusia, serta beroleh kekuatan untuk menyebar dengan cepat dari manusia ke manusia sesaat tetap untuk virulen.

PENGAWASAN

Suatu ukuran keparahan influenza dalam setahun yaitu keunggulan kematian disebabkan pneumonia atau influenza dibanding dengan penyesuaian musiman etika (gambar 9).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjaga pengawasan konstan dari influenza wabah di semua dunia serta mempunyai rangkaian ‘sentinel’ laboratorium untuk lihat apa yang berlangsung pada populasi virus yang beredar. CDC lakukan hal yang sama di Amerika Serikat serta co-beroperasi dengan WHO.

Umumnya virus influenza yang paling utama yaitu influenza A, tetapi dalam sebagian musim influenza B yaitu pemicu utama influenza. Dalam satu tahun lebih paling akhir H1N1 serta H3N2 kerap co-beredar (mencari 10A), pembagian tiap-tiap bisa beralih dengan cara dramatis dari th ke th.

PENCEGAHAN DARI VIRUS INFLUENZA

Vaksin
Ada dua type vaksin
VAKSIN trivalent diinaktivikasi (TIV)

The trivalen vaksin dilemahkan (TIV) yaitu persiapan aktif virus yang ditumbuhkan dalam telur serta diberikan melewati suntikan. Cuma formulasi spesifik vaksin FDA bersertifikat untuk anak-anak – referensi ACIP tahunan (tengok dibawah) berikan perincian. Perlindungan yaitu melewati antibodi IgG.

LIVE, dilemahkan INFLUENZA VIRUS VAKSIN (LAIV)

Hidup, dilemahkan virus influenza (LAIV – di pasarkan untuk FluMist) vaksin (tengok Genetika Kuliah) di buat dari virus yang ditumbuhkan dalam telur. Hal semacam ini di setujui untuk sehat (mereka yang berisiko untuk komplikasi dari infeksi influenza tak), individu yg tidak hamil berumur 2 hingga 49 th. namun tak bisa diberikan pada anak dibawah umur 5 th. yang mempunyai penyakit saluran hawa reaktif barangkali (umpamanya, histori mengi berulang). Hal semacam ini diberikan sengau serta mesti berikan kekebalan mukosa, humoral serta sel – dimediasi. Hal semacam ini kontraindikasi untuk anak-anak serta remaja pada terapi apa pun yang memiliki kandungan aspirin lantaran potensi resiko sindrom Reye lantaran virus yaitu virus hidup.

Ke-2 vaksin influenza dirumuskan tiap-tiap th. memakai type serta strain influenza diprediksikan jadi persoalan utama untuk th. itu ( perkiraan didasarkan pada monitoring global influenza). Beberapa vaksin multivalen, yang waktu ini trivalen serta mempunyai dua strain influenza A serta satu influenza B. Vaksinasi butuh diberikan tiap-tiap th. lantaran strain yang paling efisien untuk vaksin bakal beralih lantaran tenggelam serta/atau pergeseran. Vaksin umumnya diberikan pada musim (gambar 11), sesudah strain yang bakal dipakai untuk musim influenza sudah ditetapkan dibagian awal th. ini. Dengan berikan vaksin pada musim gugur, perlindungan mesti tinggi pada waktu puncak musim flu. Lantaran ke-2 vaksin yang tumbuh dalam telur, mereka kontraindikasi buat mereka yang alergi pada telur.

CDC mereferensikan : ” Dokter mesti mengelola vaksin influenza untuk tiap-tiap orang yang mau kurangi kemungkinan jadi sakit dengan influenza (vaksin bisa diberikan pada anak-anak berusia 6 bln.) Orang yang sediakan service penduduk yang utama mesti dipertimbangkan untuk vaksinasi. untuk meminimalkan masalah aktivitas utama sepanjang wabah influenza. Mahasiswa atau orang lain dalam penyusunan kelembagaan (umpamanya, mereka yang tinggal di asrama) mesti didorong untuk terima vaksin untuk meminimalkan masalah aktivitas teratur sepanjang epidemi. “
Kemoterapi
Zanamivir (Relenza) serta Oseltamivir (Tamiflu)

Dua inhibitor neuraminidase sudah di setujui oleh FDA (Zanamivir Relenza serta Oseltamivir Tamiflu). Mereka aktif pada influenza A serta influenza B serta bisa kurangi durasi influenza tiada komplikasi (oleh lebih kurang 1 hari di lebih kurang 70-90 Persen orang dewasa) bila diminum kurun waktu dua hari sesudah onset penyakit. Tetapi, resistensi oseltamivir sudah tampak di sebagian strain beredar beberapa waktu terakhir (strain H1N1 2009 peka).

Hingga saat ini cuma terdapat banyak riset seberapa efisien obat ini dalam kurangi komplikasi serius pada grup resiko tinggi apabila dipakai untuk menyembuhkan influenza (untuk kontras dengan saat dipakai profilaksis). Sebagian data yang terbatas tunjukkan mereka barangkali berguna. Tetapi, keduanya di setujui untuk profilaksis dan penyembuhan.

Rimantadine serta amantadine

Rimantadine serta amantadine blok masuknya virus di endosome serta juga mengganggu pelepasan virus (tengok kemoterapi anti – virus). Mereka bisa diberikan untuk agen pelindung sepanjang wabah, terlebih untuk mereka yang berisiko berat serta personil kunci.

Obat ini banyak dipakai. Tetapi, di musim influenza 2005-2006 92 Persen dari strain H3N2 di check mempunyai mutasi yang bakal berikan perlawanan pada obat ini, seperti 25 Persen dari strain H1N1 diuji – persoalan yang sama sudah tampak di musim dari waktu itu hingga obat ini tak disarankan hingga tingkat resistensi di strain beredar utama turun. Dengan tak ada mutasi resisten mereka yaitu agen profilaksis baik untuk influenza A (namun untuk tidak influenza B), walau terdapat banyak persoalan dalam mengambil mereka dengan cara periode panjang. Mereka dapat diberikan membuat perlindungan sepanjang wabah – terlebih mereka yang berisiko berat serta personil kunci. Mereka dapat juga diberikan pada waktu vaksinasi sepanjang sebagian minggu – hingga tanggapan humoral pernah berkembang. Terdapat banyak bukti bahwasanya rimantidine serta amantadine bisa kurangi durasi flu non – tahan A bila diberikan pada awal infeksi.

Anda mesti memeriksa dengan CDC MMWR Referensi serta Laporan untuk Influenza untuk persoalan seperti dosis, dampak samping, serta up date tahunan referensi.

Pengobatan Alternatif Lain

Perlakuan paling baik yaitu istirahat, cairan, agen anti-demam (tak aspirin dalam muda atau remaja, lantaran sindrom Reye adalah persoalan mungkin). Mengerti serta menyembuhkan komplikasi pas.