Tentang Flu Burung dan H5N1

Posted on

Influenza dengan cara alami menginfeksi burung liar di semua dunia. Burung liar umumnya tak jadi sakit lantaran influenza, namun benar-benar menular serta saat unggas peliharaan, seperti ayam, bebek, atau kalkun terinfeksi, mereka bisa jadi sakit serta mati.

Manusia biasanya tak terinfeksi flu burung. Inilah penyebab kenapa berita manusia tertular flu burung sepanjang wabah flu burung pada unggas pada th. 1997 di Hong Kong yaitu mencemaskan. Hal semacam ini tunjukkan bahwasanya virus sudah beralih untuk sangat mungkin untuk segera menginfeksi manusia. Virus yang mengakibatkan wabah influenza ini subtipe A H5N1.

Dari th. 1997, infeksi H5N1 pada unggas sudah menyebar. H5N1 awalannya menyebar pada burung di semua Asia. Burung liar dari membawa H5N1 ke negara-negara di selama rute migrasi mereka - pertama Rusia serta Eropa Timur serta lalu ke negara-negara di Eropa Barat

Dari th. 1997, infeksi H5N1 pada unggas sudah menyebar. H5N1 awalannya menyebar pada burung di semua Asia. Burung liar dari membawa H5N1 ke negara-negara di selama rute migrasi mereka – pertama Rusia serta Eropa Timur serta lalu ke negara-negara di Eropa Barat. Infeksi H5N1 pada burung saat ini sudah dilaporkan di beberapa besar negara Eropa, terhitung Inggris, Spanyol, Yunani, Italia, Jerman, serta Perancis. H5N1 juga sudah terdeteksi di Turki, Irak, Iran, Pakistan, serta India serta di negara-negara di benua Afrika, terhitung Mesir, Sudan, serta Nigeria.

Ada lebih kurang 500 masalah di konfirmasi laboratorium infeksi H5N1 pada manusia, di 15 negara yang tidak sama, serta dekat dengan 300 kematian. Walau tidak lagi dalam berita menyusul timbulnya flu babi H1N1, H5N1 tetap beredar serta mengakibatkan lebih kurang 70 masalah di th. 2009, terlebih di Mesir serta Indonesia ; 32 yang fatal. Pada pertengahan 2010, 30 masalah penambahan yang dilaporkan, dengan 13 kematian. Ada kemungkinan bahwasanya infeksi lain sudah berlangsung yg tidak dilaporkan atau belum di konfirmasi atau tak membuahkan tanda-tanda infeksi, hingga tingkat kematian sesungguhnya barangkali lebih rendah dari yang tampak.

Beberapa besar masalah flu H5N1 sudah dilacak ke kontak segera dengan unggas yang terinfeksi, namun telah terdapat banyak masalah dimana orang – ke-orang transmisi dicurigai, terutama di cluster dimana sebagian anggota keluarga jadi terinfeksi. Pada bln. Juni 2006, masalah pertama penularan dari manusia ke manusia di konfirmasi oleh WHO. Momen ini berlangsung dalam suatu keluarga di Indonesia. Lain perihal penularan H5N1 pada dua anggota keluarga – saat ini di Pakistan – sudah di konfirmasi oleh WHO pada akhir th. 2007. Selama ini, infeksi pada manusia belum menyebar diluar orang dengan dekat, kontak lama dengan individu yang terinfeksi.
Ilmuwan lakukan percobaan dengan virus H5N1 di sarana BSL – 3 ditingkatkan

Beberapa ilmuwan sudah temukan satu diantara argumen kenapa burung H5N1 tak gampang menular pada beberapa orang. Seperti virus yang lain, virus influenza mesti menyertakan ke protein khusus yang dimaksud reseptor diluar sel dalam rencana untuk memperoleh masuk ke dalam sel serta mengakibatkan infeksi. Ini yaitu hemagglutinin, atau HA, protein dari virus influenza yang memastikan type sel virus dapat masuk. Tak seperti virus influenza manusia, yang menginfeksi beberapa sel yang tinggi pada saluran pernapasan, protein HA H5N1 melekat pada sel tambah lebih rendah di jalur pernapasan. Virus ini benar-benar jauh didalam saluran pernapasan yg tidak batuk atau bersin keluar, serta hingga tak gampang menulari orang lain. Bila protein HA dari H5N1 bermutasi hingga bisa menginfeksi sel lebih tinggi pada saluran pernapasan, maka bakal lebih barangkali bisa lulus dari orang ke orang.

Tak hanya H5N1, strain flu burung yang lain terkadang terinfeksi manusia dalam satu tahun lebih paling akhir. Ini terhitung strain H7N2 yang menginfeksi dua orang dibagian timur Amerika Serikat pada th. 2002 serta 2003, serta strain H9N2 yang mengakibatkan penyakit pada sebagian orang di Asia pada th. 1999 serta 2003. Virus H5N1 yaitu perhatian paling besar lantaran laju cepat mutasi, geografis penyebaran, serta kekuatan untuk mengakibatkan penyakit yang kronis pada manusia. Tetapi, kurun waktu dari virus H5N1 pertama kali nampak, belum beroleh kekuatan untuk menyebar dengan gampang dalam populasi manusia, hingga kecemasan bahwasanya virus ini dapat mengakibatkan pandemi sudah mereda.

Pada musim semi 2013, suatu subtipe influenza unggas baru ditemukan untuk menginfeksi manusia. Varian ini di kenal untuk influenza A (H7N9) serta pada mulanya sudah terdeteksi pada burung, namun tak sempat pada manusia. Pada akhir Mei 2013, 132 masalah serta 37 kematian dilaporkan ke WHO, semua masalah berlangsung di China. Infeksi pada manusia nampaknya disebabkan terkena unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Virus nampaknya tak menyebar dengan gampang dari orang ke orang, namun virus influenza benar-benar gampang bermutasi serta yaitu barangkali bahwasanya H7N9 dapat menyebar lebih gampang dari saat ke saat. Seperti virus yang baru nampak yang lain, banyak yang belum di ketahui, terhitung sumber virus serta fasilitas yang ditransmisikan.