Fortovase – Obat Untuk Infeksi HIV

Posted on

Gambaran Umum :
Fortovase yaitu inhibitor protease yang di kembangkan oleh Roche Laboratories dirancang untuk penyembuhan klinis dari human immunodeficiency virus (HIV). Ini ada dalam 200 mg kemampuan kapsul gelatin lunak.

Mekanisme :
Formula Molekul : C38H50N6O5
Molekul Berat : 670, 86
Tengok dibawah untuk Susunan Molekul

Mekanisme :  Formula Molekul : C38H50N6O5  Molekul Berat : 670, 86  Tengok dibawah untuk Susunan Molekul

Saquinavir yaitu inhibitor protease HIV. Protease yaitu enzim yang diperlukan untuk ” pemisahan proteolitik prekursor poliprotein virus jadi protein fungsional individu yang ditemukan di HIV menular. Saquinavir yaitu substrat peptida seperti yang mengikat ke website aktif protease serta menghalangi kesibukan enzim “. Penghambatan saquinavir menghindar pemisahan polyproteins virus menyebabkan pembentukan partikel virus menular yang belum masak.

Indikasi serta pemakaian :
Fortovase diindikasikan untuk dipakai dalam gabungan dengan obat anti – retroviral yang lain untuk penyembuhan infeksi HIV. Indikasi ini menurut data klinis yang tunjukkan penurunan kematian serta penyakit yang berkenaan AIDS untuk pasien yang terima fortovase dalam gabungan dengan zalcitabine, serta/atau resimen obat yang lain.

Dosis yang direferensikan yaitu tiga kapsul 200 mg /hari. Fortovase mesti di ambil kurun waktu dua jam untuk merampungkan makan. Dosis rendah sudah tunjukkan dampak terapeutik sedikit atau tak ada.

Aksi pencegahan :
Masalah baru diabetes mellitus, memburuknya diabetes mellitus serta hiperglikemia yang telah ada pada mulanya sudah dilaporkan sepanjang surveilans posmarketing pada pasien terinfeksi HIV recieving penyembuhan protease inhibitor. Dalam sebagian masalah yang kronis, ketacidosis diabetes sudah berlangsung.

kontraindikasi :
Fortovase yang contrainicated untuk pasien yang di ketahui hipersensitif pada saquinavir atau komponen-komponennya. Ini TIDAK mesti diberikan berbarengan dengan terfenadine, casapride, astmiazole, derivatif triazolam, midazolam, atau ergot.

Potensi Merugikan Dampak :
Penyembuhan yang paling kerap dilaporkan dampak samping nampak pada pasien yang terima fortovase dalam gabungan dengan obat antiretroviral lain yaitu diare, mual, perut tak nyaman, serta dispepsia.