Peraturan Hukum Satpam: jadwal, jam kerja dan lembur

Posted on
Penyusunan umum tentang jadwal kerja (shift), jam kerja serta perhitungan gaji kerja lembur untuk anggota Unit Pengamanan (Satpam) pada prinsipnya mengacu pada pasal 77 serta pasal 78 UU No. 13 Th. 2003 perihal Ketenagakerjaan (UU 13/2003) serta Ketentuan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi Nomer KEP-102/Men/VI/2004 perihal Saat Kerja Lembur serta Gaji Kerja Lembur tanggal 25 Juni 2004 ( setelah itu dimaksud “Kepmen 102”.

Sedang ketentuan spesial yang mengatur tentang Satpam, yaitu ( diantaranya) Ketentuan Berbarengan Menteri Tenaga Kerja serta Kepala Kepolisian RI
Nomer :

KEP-275/MEN/1989
Pol. KEP/04/V/1989

perihal Penyusunan Jam Kerja, Ship serta Jam Istirahat dan Pembinaan Tenaga Kerja SATPAM tanggal 22 Mei 1989, setelah itu dimaksud “SKB”.

Menurut SKB itu,

a. jam kerja Satpam ( terhitung saat istirahat) di lingkungan satu perusahaan atau tubuh hukum yang lain ( setelah itu dimaksud “perusahaan”) ditetapkan 3 (tiga) shift, dimana tiap-tiap shift bertugas maksimum 8 (delapan) jam per-hari, terhitung istirahat antar jam kerja (vide pasal 79 ayat 2 huruf a UU No. 13/2003)

b. Dalam kaitan itu, pimpinan (management) perusahaan bisa mengatur jam kerja Satpam ( terhitung saat istirahatnya) dengan cara bergilir, dengan ketetapan :

· jumlah jam kerja dengan cara akumulatif tiap-tiap shift tak bisa kian lebih 40 jam per minggu (vide pasal 77 ayat 2 UU No. 13/2003) ;

· Tiap-tiap tenaga kerja (Satpam) yang bertugas melebihi ketetapan saat kerja 8 jam/hari per-shift atau melebihi jumlah jam kerja akumulatif 40 jam per-minggu, mesti sepengetahuan serta dengan surat perintah ( tercatat) dari pimpinan (management) perusahaan yang diperhitungkan untuk saat kerja lembur (vide pasal 78 ayat 2 UU No. 13/2003).

· Lantaran disyaratkan 3 (tiga) shift, karena mesti di buat jadwal pekerjaan sedikitnya dalam 4 (empat) tim atau regu manfaat berikan peluang istirahat mingguan pada anggoa (pasal 79 ayat 2 huruf b UU No. 13/2003).

· Bila ( cuma) ada 4 (empat) tim, maka jika semua anggota Satpam mesti bertugas, tentui tak mengetahui hari libur resmi. Karena bilamana saat kerja (bertugas) berbarengan dengan hari libur resmi, anggota yang berkaitan memiliki hak atas gaji kerja lembur (pasal 77 ayat 2 UU No. 13/2003 jo. pasal 1 angka 1 Kepmen 102).

– Perhitungan Gaji Kerja Lembur diatur sesuai sama Kepmen 102.

Menurut Pasal 11 Kepmen 102,

· Untuk jam kerja lembur pertama, mesti dibayar gaji 1, 5 x gaji per-jam ;

· Untuk jam kerja lembur selanjutnya, mesti dibayar gaji 2 x gaji per-jam ;

· Ketetapan pembayaran gaji kerja lembur yang jatuh pada ( saat shift) hari libur resmi, yaitu : 7 jam pertama = 2 x gaji perjam, jam ke-delapan = 3 x UPJ, jam ke-sembilan serta ke-sepuluh = 4 x UPJ. Spesial untuk hari libur resmi pada hari kerja terpendek yaitu : 5 jam pertama = 2 x gaji perjam, jam ke-enam = 3 x UPJ, jam ke-tujuh serta ke-delapan = 4 x UPJ (Pasal 11 huruf b jo Pasal 1 angka 1 Kepmen 102)

Berkenaan dengan ketetapan saat kerja lembur Satpam itu, menurut pasal 1 angka 27 UU No. 13/2003, siang hari yaitu saat kerja pada jam 06. 00 s/d jam 18. 00 saat setempat.

Sebagian ketetapan yang butuh di ketahui terkait dengan perhitungan gaji kerja lembur, yaitu :

· Gaji per-jam = 1/173 x gaji per-bulan (pasal 8 Kepmen 102) ;

· Basic perhitungan gaji untuk memastikan Gaji Kerja Lembur yaitu gaji pokok serta tunjangan terus (pasal 10 Kepmen 102).

· Jika komponen gaji terbagi dalam gaji pokok serta tunjangan terus dan tunjangan tak terus, maka basic perhitungan gaji kerja lembur yaitu jumlah yang semakin besar diantara 100% x ( gaji pokok + tunjangan terus) atau 75% x ( gaji pokok + tunjangan terus + tunjangan tak terus).

Demikianlah jawaban kami. Semoga berguna serta bisa dipahami.

Basic hukum :

Undang-Undang No. 13 Th. 2003 perihal Ketenagakerjaan
Ketentuan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi No. KEP-102/Men/VI/2004 perihal Saat Kerja Lembur serta Gaji Kerja Lembur
Ketentuan Berbarengan Menteri Tenaga Kerja serta Kepala Kepolisian RI

Nomer :

KEP-275/MEN/1989
Pol. KEP/04/V/1989

perihal Penyusunan Jam Kerja, Ship serta Jam Istirahat dan Pembinaan Tenaga Kerja SATPAM tanggal 22 Mei 1989