Peran Satpam Dalam Keberhasilan

Posted on

Peran satpam sebagai pengikut dalam keberhasilan kepemimpinan

Satpam sebagai bagian dari pengikut dalam suatu organisasi merupakan bagian penting dari kepemimpinan, Namun seringkali peran mereka tida di hargai dengan kurang mendapatkan perhatian dalam proses kepemimpinan suatu organisasi maupun perusahaan. Padahal di ketahui bahwa harapan, ciri keperibadian, taraf kedewasaan, tingkat kemampuan, dan motivasi Satpam sebagai bagian dari pengikut sangat mempengarui proses kepemimpinan.

Banyak pengarahan atau dukungan yang harus di berikan pemimpin kepada satpam sebagai pengikut dalam suatu organisasi tergantung pada tingkat kematangan yang ditujukan satpam atas suatu tugas, fungsi, atau tujuan tertentu yang ingin dilaksanakan oleh pemimpin melalui individu atau kelompok. Selain itu perilaku kepemimpinan di pengaruhi oleh ciri ciri pribadinya serta keragaan diri atasan yang mampu menimbulkan dukungan pengikutnya.

Kematangan (maturity) para satpam sebagai pengikut dalam kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu kemampuan dan kemauannya untuk bertanggung jawab dalam mengarahkan perilaku sendiri dengan tugas-tugas spesifik keamanan yang harus dilakukan. Kemampuan ini merupakan salah satu unsur dalam kematangan, berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari pendidikan, latihan dan pengalaman. Adapun kemauan merupakan unsur lain dari kematangan yang bertalian dengan keyakinan diri dan motivasi seseorang.

Dalam kaitannya dengan tingkat kematangan satpam dalam organisasi perlu di ingat bahwa tidak ada seorangpun yang mampu berkembang secara penuh (fully developed) atau sebaliknya di bawah garis kematangan (under developed). Dengan kata lain, kematangan merupakan sebuah kosep tentang penyelesaian tigas spesifik yang di berikan kepadanya.

Dengan demikian, hendaknya satpam sebagai pengikut dalam suatu organisasi dan perusahaan harus banyak belajar dan mampu menganalisa dan mengevaluasi masing masing individu dalam kelompok dengan memperhatikan tingkat kematangannya dalam memotivasi diri, untuk mencapai tujuan organisasi dalam mendukung visi dan misi yang dilaksanakan oleh pemimpin dan pengikut lainnya yang secara bersama-sama mempertahankan dan meningkatkan eksistensi organisasi.